Direktur operasional PT Vale:    PLTA Balambano Juga  Berfungsi Sebagai Pengendali Banjir

INDONESIASATU.CO.ID:

MOROWALI - Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air ( PLTA) yang dibangun oleh PT Vale selain digunakan untuk pembangkit listrik di PT Vale  juga digunakan  sebagai pengendali  banjir melalui sisten control di pintu pintu air .

Hal tersebut diketahui bila curah hujan tinggi, debit air sungai dapat meluap dan dapat berdampak pada pemilik areal pertanian di daerah hulu. Peryataan  tersebut disampaikan oleh  Direktur Opersional PLTA Sukardi  kepada beberapa media saat meninjau di lokasi PLTA Balambano Kecamatan Malili Kabupaten Luwu Timur Provinsi Sulawesi Selatan .Jumat (27/7/2018).

Menurutnya, selain PLTA Balambano yang dibangun sejak 1995 memiliki 2 turbin dan kapasitasnya 110 megawatt serta beroperasi tahun 1999 juga ada dua PLTA yang di gunakan sebagai pengerak Perusahaan Nikel di PT Vale yaitu PLTA Larona memiliki tiga unit turbin dengan kapasitas 165 megawatt dan beroperasi sejak tahun 1979 ,   PLTA Karebbe memiliki 2 turbin dan dibangun sejak tahun 2011 dengan kapasitas 90 megawatt.

Lanjutnya, Sejak awal beroperasi PT Vale Indonesia Tbk ( PT Vale) telah memegang visi sebagai perusahaan tambang yang perduli terhadap kelangsungan alam.
Memproduksi nikel dengan penerapan dan pemanfaatan teknologi yang ramah lingkungan termasuk dalam menciptakan energi bagi kebutuhan produksi melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air.

Setelah lebih dari empat dasawarsa beroperasi ,kini PT Vale memiiliki tiga PLTA yakni ,Larona,Balambano,dan Karebbe yang berfungsi sebagai pemasok tenaga listrik untuk mengoperasikan furnace ( process plant) di Sorowako.

Untuk sumber tenaganya, PLTA mendapatkan dari tiga danau yang berada di Luwu Timur ,yakni Matano, Mahalona dan Towuti yang mengalirkan air melalui Sungai Larona menuju turbin .Sedangkan untuk level air Danau Matano,diatur melalui pintu- pintu air Petea.Bangunan ini tetdiri atas 6 set pintu air yang dioperasikan secara manual berdasarkan kondisi level Danau Matano dan Towuti.

Untuk sistem keamanan bendungan sendiri, PLTA PT Vale ,telah mengantongi sertifikasi  Keamanam Bendungan dari komisi Keamanan Bendungan sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.7/PRT/1997 tentang Keamanan Bendungan .juga dilengkapi sejumlah dokumen perizinan.

Karebbe telah mengantongi Izin Operasional dari Menteri Pekerjaan Umum No.PR.01.04- Mn/58( 8 Februari 2012) dan Rekomondasi Komosi  Wilayah Bendungan No.IR.01.11/KKB/22( 27 juni 2001).

Sedangkan Larona ( Dam Batu Besi)   memiliki Izin Operasional Menteri Pekerjaan Umum  No.PR.01.04.Mn/139( 10 Maret 2010) dan Rekomondasi Komisi Keamanan Bendungan No.PR..05.01/KKB/23 (5 Maret 2010).

Kemudian untuk manfaat opersional PLTA yaitu: Aspek produksi bagi perusahaan, mendukung usaha peningkatan produksi nikel PT Vale dengan mengutamakan efisiensi biaya produksi.

Aspek kontribisi ke Kas Negara, Penggunaan sumber air dipermykaan dan penyaluran listrik untuk masuarakat dari operasionalisasi PLTA iru, juga dibarengi dengan kewajiban pembayaran pajak dan ritribusi PT Vale sepwri yang diarur pemerintah. Setiap saru kwartal ,PT Vale telah memenuhi kewajiban pembayaran ritribusi air rata- rata 1,9-2,2 juta dollar AA lebih ke kas pendapatan Provinsi Sulawesi Selatan ( data 2011).

PT Vale juga memenuhi kewajiban pembayaran Pajak Penerangan Jalan ( PPJ) denfan jumlah rata- rata sebesar Rp.950 juta - Rp 1 Milyar lebih per buoan ( areal Sorowaki) ke kas pendapatan Labupaten Luwu Timur ( data kuarta 1/2012).

Aspek Sosial, PT Vale medistribusikan listrik dari PLTA tersebut sebesar 8 MW kepada PLN dan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur untuk kebutuhan listrik masyarakat.
PT Vale juga membantu menigkatkan pendapatan masyarakat desa melalui proyek terpadu pengamanan 127 tower dari PLTA Larona hingga PLTA Balambano melalui Badan Usaha Milik Desa ( BUMDes). Jalur transmisi ini merupakan jalur listrik pendukung produksi perusahaan, permukiman karyawan dan permukiman masyarakat. Kerja sama ini dilakukan di lima desa darivdua kecamatan di Luwu Timur dan memperkerjakan puluhan orang yang tetdiri dari pengurus BUMDes dan penfurus lapangan.

Selanjutnya Aspek Lingkungan, PLTA usaha pemerintah untuk mengurangi emiai karbon dari aktivitas pertambangan. Dengan beroperasinya hanya satu PLTA PT Vale mampu mengurangi setengah juta metrik ton emisi karbon setiap tahunya ( bila menggunakan bahan bakar fosil).

"Dari beroperasinya Karebbe, PT Vale dapat menggantikan 13 juta barel High Sulfur Oil dan sekitar 3 Milyar Liter solar selama setahun ( bila menggunakan bahan bakar fosil)." paparnya.(supriyono) .
 

  • Whatsapp

Index Berita