APMB Minta  Kajati Sulteng  Usut Tuntas Temuan BPK 10 Milyar Lebih di Morowali 

INDONESIASATU.CO.ID:

MOROWALI - Aliansi Pemuda Masyarakat Bersatu ( APMB) Kabupaten Morowali melakukan aksi damai   di depan Kantor  DPRD Kabupaten Morowali Desa Bahururu Kecamatan Bungku Tengah Kabupaten Morowali.

Mereka meminta agar Kajati mengusut tuntas hasil audit temuan BPK sebesar 10 milyar lebih tahun 2018.selasa (24/7/2018). Hal tersebut di sampaikan oleh Korlap Taufik Madja didepan  Kantor DPRD Morowali saat memimpin aksi damai.

 Menurut Korlap Taufik Madja dalam orasinya meminta dan menuntut yaitu :
1. Perjelas bantuan pendididkan Mahasiswa Morowali
2. Meminta DPRD Morowali untuk mendesak Kajati Sulteng merespon temuan BPK Sulteng Kabupaten Morowali
3. Rakyat membayar Pajak bukan untuk dinikmati oleh sekelompok orang-orang para koruptor
4. Tangkap para mafia-mafia yang menggorogoti uang rakyat lewat penganggaran lawan para koruptor.teriak Korlap.

Karena menurut Korlap bahwa berdasarkan hasil audit pihak BPK bahwa bulan Mei 2018 lalu , pihak BPK  Sulteng mendapatkan temuan senilai Rp.10.813.278.522.51 di Kabupaten Morowali dan sementara itu baru dikembalikan  oleh Pemda rilis BPK tersebut yaitu Rp.243.295.666 sehingga temuan yang belum dikembalikan oleh Pemda Morowali sebesar Rp. 10.569.982.856,51 .

Dan sesuai dengan Pasal 20 UU No 15 Tahun 2004 tentang pemeriksaan pengelolaan dan tanggungjawab keuagan Negara mengamantkan bahwa pejabat wajib menindaklanjuti rekomondasi laporan hasil pemeriksaan selambat lambatnya 60 hari setelah setelah laporan hasil pemeriksaan. teriak  Korlap dengan nada tinggi.

Selanjutnya perwakilan DPRD Kabupaten Morowali Asgar Ali menemui kelompok Aksi Damai dan melaksanakan dialog didepan Kantor DPRD Kabupaten Morowali

 Asgar Ali mengatakan Persoalan laporan pertanggung jawaban  APBD 2017 baru masuk dan akan kami dalami termasuk hasil temuan BPK akan kami   klarifikasi 
Persoalan Jamkesda DPRD akan mengundang pemerintah daerah  untuk membahas ini karna sebagaimana kita ketahui siapa pun yang menjabat Bupati harus melanjutkan  Jamkesda termasuk bantuan pendididkan Mahasiswa,

Pemerintah Daerah mengambil langkah ini karna pertimbangan daerah sementara dalam defisif dan  bahwa temuan BPK ini belum final,untuk itu pihak  DPRD Morowali akan klarifikasi hasil temuan BPK.ujar Asgar Ali.

Sementara itu Ketua DPRD Kabupaten Morowali Irwan S.Sos  menemui kelompok Aksi damai dan menyampaikan sebagai berikut 

  1. Hari ini Morowali mengalami Defisif anggota DPRD Kabupaten Morowali meminta diberikan waktu dan kesempatan untuk menenganani semua ini.
  2. Masih banyak hak-hak masyarakat yang belum dikembalikan.
  3. APBD akan kami bahas adapun temuan semua ini akan kami diskusikan dan mengundang pemerintah daerah apabila semua ini terbukti kita sesuikan dengan aturan yang ada dan DPRD Morowali akan melimpahkan ke MA
  4.  pernyataan sikap dari kelompok APMB  kami terima tapi berikan kami waktu untuk membahas semua ini dan pasti DPRD akan kami selesaikan.tadasnya.

Selajutnya masa aksi menerima peryataan dari Ketua DPRD Kabupaten Morowali serta  akan menunggu hasil dari DPRD kabupaten Morowali dan apabila hasil tidak ada maka APBM akan melaksanakan aksi kembali, selanjutnya setelah menerima penjelasan dari pigak DPRD masa aksi membubarkan diri.

Selain  Aliansi Pemuda Masyarakat bersatu (APMB) dan sekitar 30 masa  ikut juga dalam aksi damai tersebut diantaranya IP2MM,BEM UNTAD,2 Morowali,Himagrotek,LMN Morowali,Karang taruna Mateantina Kolono.(Supriyono).

  • Whatsapp

Index Berita